Showing posts with label nyinyir. Show all posts
Showing posts with label nyinyir. Show all posts

March 9, 2020

Tentang Menulis


Menulis tidak semudah dulu. Saat otak saya sedang bekerja dengan baik, dalam sehari saya bisa menghasilkan tiga tulisan. Entah itu cerpen, monolog, atau puisi.

December 10, 2018

Saya dan Pernikahan

Di sela-sela membuat laporan kantor, saya buka folder-folder lama dan menemukan tulisan ini. Isi kepala saya setahun yang lalu.

Silakan dibaca.

Saya peringatkan dulu, yang ambil bagian paling besar dalam tulisan ini adalah ego saya. Jadi, ya, jika apa yang saya tulis ini menurut kamu keliru, tidak benar, bahkan salah besar—you named it, saya tidak akan minta maaf, sih. Karena ini, kan, pendapat saya. Ehehehe.

April 18, 2017

Harga Percaya

Pernah enggak kamu kehilangan kepercayaan—terhadap apa saja.

Percaya adalah salah satu barang berharga yang dipunya manusia. Diberi dan memberi satu percaya bukan hal sepele, bukan hal remeh-temeh. Sering kali kita mengucap, "Ah, begitu doang," padahal "begitu-doang" kita tadi bagi orang yang memberi kita percaya  adalah sesuatu yang serius.

February 21, 2017

Kesal

Bila ada yang bilang tidak semua anak yang orangtuanya bercerai tidak bahagia, itu memang betul. Karena pada kenyataannya, tidak sedikit juga anak yang orangtuanya bercerai, hidupnya baik-baik saja.

January 28, 2017

Surga Itu Ada di...

"Surga ada di telapak kaki ibu"

Pernyataan yang kemudian membuat sebuah tanya—lalu muncul tanya-tanya lain—apakah seseorang kehilangan kesempatan masuk surga karena ia tidak menjalankan kewajibannya sebagai seorang anak—menghormati orangtua, dalam hal ini ibu? Apakah kehilangan kesempatan tersebut selalu murni kesalahannya—sebagai seorang anak? Pernahkah ada yang berpikir jika mungkin, bisa saja Ibu yang salah?

January 22, 2017

Instagram dan Isinya

Saya akan memulai tulisan ini dengan kata maaf. Ya, maaf, karena tulisan ini akan berisi nyinyir, nyindir atau apalah itu namanya. Silakan Anda namakan sendiri. Tulisan ini adalah keresahan—oke, kedengkian—saya terhadap mereka pengguna Instagram—berdasarkan following list saya.